Minggu, 13 Oktober 2013

MY SUPER FATHER

Kau mendidikku sesuai ajaran rasulullah.
Kau mendidikku sesuai jamanku.
Kau mengajarkanku berkuda, berenang, dan memanah.
Kau membelaku saat aku tersakiti.
Kau menuntunku sesuai ajaran Tuhanku.

Tapi,
Kau tidak pernah sekalipun bilang kepadaku "Aku sayang padamu".
Keputusan-keputusan yang Kau buat sering Aku tolak.
Yang Kau perintahkan sedikit yang Aku patuhi.
Yang Kau larang, sering Ku langgar.
Pertengkaran hebat sering kita alami.

Tapi,
Dibalik itu semua.
Aku mengetahui bahwa Kau menyayangiku.
Aku rindu berdiskusi denganmu.
Aku rindu saat kita bersama-sama melakukan aktivitas.
Aku rindu saat Kau membimbingku.
Aku rindu kita memperbaiki genteng bersama, nonton piala dunia mendukung brazil, sampai hal yang sudah lama kita lalui saat Kau mengantarkanku ke sekolah.

Kau adalah orang terhebat yang pernah Aku miliki.
Bahkan Aku berpikir, apakah Aku mampu seperti dirimu dewasa nanti.
Aku belum bisa mewujudkan keinginanmu saat ini.
Jangan berhenti untuk menyayangiku walaupun saat kau marah.
Selamanya hidup ini berlangsung, aku akan selalu mencintaimu.

Mulut dan hati ini tidak pernah berhenti mendoakanmu.

Sabtu, 29 Juni 2013

KEHIDUPAN SEBATANG ROKOK

Sebelum membaca tulisan ini, mohon diperhatikan "Sebatang Rokok". Iya, sebatang rokok bukan sebungkus, bukan juga sebatang rokok yang habis bisa diambil lagi dari kotak rokok. Ibaratnya seperti seorang perokok tinggal punya sebatang rokok.

Sebatang rokok gue analogikan seperti halnya kehidupan. Ketika rokok pertama kali dibakar, hal ini seperti seseorang terlahir di dunia. Ketika sebatang rokok dinyalakan, pasti akan habis kan? Ya, seperti halnya kehidupan yang akan menemui mati seperti sebatang rokok yang telah pendek. Saat sebatang rokok masih panjang, bukan berarti kita mampu selamanya menemukan kebahagiaan, tapi selalu berpikir bagaimana sebatang rokok dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum mati. Seperti halnya kehidupan manusia, berlomba-lomba memberikan manfaat dan mencari jalan menuju ke surga.

Kebahagiaan dan kesedihan juga bisa diibaratkan seperti sebatang rokok. Kebahagiaan pasti akan habis dan menemui yang namanya kesedihan. Begitu pula kesedihan, akan habis dan menemui kebahagiaan.

Dan apakah uang bisa diibaratkan juga? Tentu bisa jawaban dari gue. Uang itu lama kelamaan akan habis jika digunakan. Kalian pasti akan berkata "usaha dong biar gak abis". Emang lu mati bawa uang? (kecuali orang keturunan china yang membawa hartanya).

Bisa disebutkan apa yang tidak bisa dianalogikan seperti sebatang rokok? Persahabatan? Tentu tidak. Inget, gak akan selamanya sahabat akan terus bersama kalian. Banyak toh yang mencari sahabat menggunakan uang, kalo uangnya abis, masih mau bersahabat? Jawaban gue gak untuk hal ini (karena gue mengalaminya). Tapi tidak untuk para sahabat yang gue temukan dari SMA sampe saat ini, yang selalu mengajarkan kesederhanaan dan menegur disaat yang salah (Wendi, Agung, dan Irsan).

Ketika hidup, jadilah orang yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, dan mencari surga. Kehidupan, Kebahagiaan, Kesedihan akan habis menemui kematian dan titik berakhirnya.

Jumat, 03 Mei 2013

Kenalkan, Saya Susno

Di bahuku tersemat 3 bintang sebagai kekuasaanku.
90 negara telah aku kunjungi, aku dianggap pahlawan pemberantas korupsi.
Diriku tentunya menjadi 3 orang berpengaruh di Kepolisian dibawah Kapolri dan Wakapolri.

Ingatkah kalian tentang CICAK dan BUAYA?
Ya, itu aku yang membuatnya.

Masih ingatkah kalian seorang PNS yang memiliki tabungan tidak wajar, Si Gayus?
Aku yang membongkar kasus ini.
Bahkan, beberapa Jenderal Polisi, Pejabat Kejaksaan, Kehakiman, dan aparat Depkeu kehilangan jabatannya karna dianggap merugikan negara.
Saat itu jelas, Aku adalah Pahlawan Pemberantas Korupsi.
Dan aku sering disebut Whistle Blower.

Setelah aku lama menghilang, aku mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di salah satu Parta Islam.
Tapi, aku sedih ketika kejaksaan menjemput paksa diriku.
Jelas aku berontak.

Aku menghilang dari peradaban negeri ini, namun aku kembali muncul di dunia maya yang menggemparkan seluruh negeri ini.
Aku menghilang, sampai-sampai aparat membentuk Cyber Crime untuk menangkapku.
Beberapa hari aku tak kunjung tertangkap, tapi apa daya aku harus menyerahkan diriku kepada pihak berwajib.
Mungkin, keluargaku mendapat ancaman saat aku menghilang.

TINTA & KERTAS


Kertas putih tidak memiliki teman, sendiri, hampa dalam hidupnya.
Tergores sedikit warna pensil, kemudian terhapus dan kembali sendiri.
Sejati pergi meninggalkannya.

Aku ingin menggoreskan sedikit tintaku di sana.
Ingin kutulis apa yang tak bisa terucap.

Kenapa tidak menggunakan pensil yang dapat dihapus? Bisa menuangkan yang lain jika bosan.

Tinta membuat kertas memilik keabadian sejati dalam kisahnya.
Tinta membuatku terlihat memiliki keputusan dan ketegasan.
Saat salah, aku mencoretnya, tidak hanya kotor namun aku juga mengingkarinya.

Sebelum tinta kugoreskan, aku berpikir membuat coretan yang akan kutuangkan di atas kertas putih yang lemah.
Aku membuat kisahnya dengan tinta yang sejati.

Jumat, 29 Maret 2013

BIG is Beautiful

Ukuran musuh besar dalam hidupmu.
Menghina fakta hidupmu merupakan kebencian bagimu.
Sejuta mata tak satupun memandang dirimu.
Sejuta kata terucap ragu untukmu.

Tapi ketahuilah, satu sisi dalam hidupmu.
Kamu anugrah dalam hidupku untuk tetap mencintaimu.