Jumat, 03 Mei 2013

TINTA & KERTAS


Kertas putih tidak memiliki teman, sendiri, hampa dalam hidupnya.
Tergores sedikit warna pensil, kemudian terhapus dan kembali sendiri.
Sejati pergi meninggalkannya.

Aku ingin menggoreskan sedikit tintaku di sana.
Ingin kutulis apa yang tak bisa terucap.

Kenapa tidak menggunakan pensil yang dapat dihapus? Bisa menuangkan yang lain jika bosan.

Tinta membuat kertas memilik keabadian sejati dalam kisahnya.
Tinta membuatku terlihat memiliki keputusan dan ketegasan.
Saat salah, aku mencoretnya, tidak hanya kotor namun aku juga mengingkarinya.

Sebelum tinta kugoreskan, aku berpikir membuat coretan yang akan kutuangkan di atas kertas putih yang lemah.
Aku membuat kisahnya dengan tinta yang sejati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terimakasih telah membacanya