Sebatang rokok gue analogikan seperti halnya kehidupan. Ketika rokok pertama kali dibakar, hal ini seperti seseorang terlahir di dunia. Ketika sebatang rokok dinyalakan, pasti akan habis kan? Ya, seperti halnya kehidupan yang akan menemui mati seperti sebatang rokok yang telah pendek. Saat sebatang rokok masih panjang, bukan berarti kita mampu selamanya menemukan kebahagiaan, tapi selalu berpikir bagaimana sebatang rokok dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebelum mati. Seperti halnya kehidupan manusia, berlomba-lomba memberikan manfaat dan mencari jalan menuju ke surga.
Kebahagiaan dan kesedihan juga bisa diibaratkan seperti sebatang rokok. Kebahagiaan pasti akan habis dan menemui yang namanya kesedihan. Begitu pula kesedihan, akan habis dan menemui kebahagiaan.
Dan apakah uang bisa diibaratkan juga? Tentu bisa jawaban dari gue. Uang itu lama kelamaan akan habis jika digunakan. Kalian pasti akan berkata "usaha dong biar gak abis". Emang lu mati bawa uang? (kecuali orang keturunan china yang membawa hartanya).
Bisa disebutkan apa yang tidak bisa dianalogikan seperti sebatang rokok? Persahabatan? Tentu tidak. Inget, gak akan selamanya sahabat akan terus bersama kalian. Banyak toh yang mencari sahabat menggunakan uang, kalo uangnya abis, masih mau bersahabat? Jawaban gue gak untuk hal ini (karena gue mengalaminya). Tapi tidak untuk para sahabat yang gue temukan dari SMA sampe saat ini, yang selalu mengajarkan kesederhanaan dan menegur disaat yang salah (Wendi, Agung, dan Irsan).
Ketika hidup, jadilah orang yang berguna untuk diri sendiri, orang lain, dan mencari surga. Kehidupan, Kebahagiaan, Kesedihan akan habis menemui kematian dan titik berakhirnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terimakasih telah membacanya