Di bahuku tersemat 3 bintang sebagai kekuasaanku.
90 negara telah aku kunjungi, aku dianggap pahlawan pemberantas korupsi.
Diriku tentunya menjadi 3 orang berpengaruh di Kepolisian dibawah Kapolri dan Wakapolri.
Ingatkah kalian tentang CICAK dan BUAYA?
Ya, itu aku yang membuatnya.
Masih ingatkah kalian seorang PNS yang memiliki tabungan tidak wajar, Si Gayus?
Aku yang membongkar kasus ini.
Bahkan, beberapa Jenderal Polisi, Pejabat Kejaksaan, Kehakiman, dan aparat Depkeu kehilangan jabatannya karna dianggap merugikan negara.
Saat itu jelas, Aku adalah Pahlawan Pemberantas Korupsi.
Dan aku sering disebut Whistle Blower.
Setelah aku lama menghilang, aku mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di salah satu Parta Islam.
Tapi, aku sedih ketika kejaksaan menjemput paksa diriku.
Jelas aku berontak.
Aku menghilang dari peradaban negeri ini, namun aku kembali muncul di dunia maya yang menggemparkan seluruh negeri ini.
Aku menghilang, sampai-sampai aparat membentuk Cyber Crime untuk menangkapku.
Beberapa hari aku tak kunjung tertangkap, tapi apa daya aku harus menyerahkan diriku kepada pihak berwajib.
Mungkin, keluargaku mendapat ancaman saat aku menghilang.
Jumat, 03 Mei 2013
TINTA & KERTAS
Kertas putih tidak memiliki teman, sendiri, hampa dalam hidupnya.
Tergores sedikit warna pensil, kemudian terhapus dan kembali sendiri.
Sejati pergi meninggalkannya.
Aku ingin menggoreskan sedikit tintaku di sana.
Ingin kutulis apa yang tak bisa terucap.
Kenapa tidak menggunakan pensil yang dapat dihapus? Bisa menuangkan yang lain jika bosan.
Tinta membuat kertas memilik keabadian sejati dalam kisahnya.
Tinta membuatku terlihat memiliki keputusan dan ketegasan.
Saat salah, aku mencoretnya, tidak hanya kotor namun aku juga mengingkarinya.
Sebelum tinta kugoreskan, aku berpikir membuat coretan yang akan kutuangkan di atas kertas putih yang lemah.
Aku membuat kisahnya dengan tinta yang sejati.
Langganan:
Komentar (Atom)